Relevansi Pemikiran Tasawuf Habib Luthfi bin Yahya dalam Konteks Pendidikan Islam Modern
Keywords:
Tasawuf, Habib Luthfi bin Yahya, Pendidikan Sufistik, Relevansi PendidikanAbstract
Perkembangan zaman modern membawa pergeseran nilai kemanusiaan ke arah materialistik yang berdampak pada munculnya krisis moral di lingkungan pendidikan, seperti tindakan amoral dan proses pembelajaran yang kurang humanis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran tasawuf Maulana Habib Luthfi bin Yahya serta relevansinya dalam dunia pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui teknik analisis konten (content analysis). Sumber data digali dari dokumen tertulis, buku, tesis, dan artikel ilmiah yang mengkaji pemikiran tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran tasawuf Habib Luthfi bin Yahya berorientasi pada pendidikan sufistik, yaitu integrasi antara ilmu syariat (fiqih) dan tasawuf yang berporos pada empat hal: sabar, kezuhudan, rida, dan cinta kepada Allah SWT. Esensi pemikiran ini menekankan pada pembersihan hati (tazkiyatul qulub) untuk melahirkan akhlak mulia. Relevansinya dalam pendidikan Islam terletak pada kontribusinya terhadap revolusi moral-spiritual, pengendalian diri dari dampak negatif modernisasi, serta penanaman nilai nasionalisme, sehingga mampu mewujudkan harmoni dan keseimbangan kehidupan peserta didik.
References
A.Rifqi Amin. (2015). Sistem Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Perguruan Tinggi Umum. Deepublish.
Afidah. (2016). Pemikiran tasawuf Habib Luthfi bin Yahya dan relevansinya dengan pendidikan Islam (Tesis magister tidak diterbitkan). Pascasarjana IAIN Pekalongan, Pekalongan.
Al-Khalidi, F. (2019). The role of zuhd in developing spiritual intelligence in Islamic pedagogy. International Journal of Islamic Thought, 15(1), 23–31. https://doi.org/10.24035/ijit.15.2020.002
Anas, M., & Arif, M. (2018). Tasawuf Falsafi Dan Implikasinya Dalam Pendidikan Islam. Jurnal Vicratina, 3(1), 1op
Azra, A. (1999). Pendidikan Islam: tradisi dan modernisasi menuju milenium baru. Logos Wacana Ilmu.
Budi. (2023). Biografi Maulana Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan. Diperoleh dari https://www.laduni.id
Chittick, W. C. (2000). Sufism: A short introduction. Oneworld Publications.
Faizin, M. (2025). Peran penting tasawuf dan ulamanya menurut Habib Luthfi. Diperoleh dari https://www.nu.or.id/nasional/peran-penting-tasawuf-dan-ulamanya-menurut-habib-luthfi-yX5fK
Fathoni. (2018, Oktober 12). Ridha Allah diketahui lewat tiga hal ini. NU Online. Diperoleh dari https://nu.or.id/nasional/ridha-allah-diketahui-lewat-tiga-hal-ini-m292D
Isbiq. (2011). Pemikiran pendidikan sufistik KH. Habib Luţfi Bin ‘Ali Yahya dan respons jama’ah Kanzus Şalawat di Pekalongan (Tesis magister tidak diterbitkan). Pasca Sarjana IAIN Walisongo, Semarang.
Luthfi bin Yahya, M. (2017). Secercah tinta. Pekalongan: Menara Publisher.
Mustakim, I. (2025). Zuhud dan apatheia dua wajah pengendalian diri dalam lanskap pendidikan karakter. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam, 3(5), 147-157. https://doi.org/10.61132/jbpai.v3i5.1539
Nasr, S. H. (2010). Islam and the plight of modern man. ABC International Group
Ngisom, M. (2025a). Habib Luthfi sebut jadi Ketua Ulama Sufi Dunia bukan kebanggaan. Diperoleh dari https://jateng.nu.or.id
Ngisom, M. (2025b). Habib Luthfi sebut jadi Ketua Ulama Sufi Dunia bukan kebanggaan. Diperoleh dari https://jateng.nu.or.id/nasional/habib-luthfi-sebut-jadi-ketua-ulama-sufi-dunia-bukan-kebanggaan-U7ALQ
Nurhasnah, Remiswal, A. S. (2023). Evaluasi Hasil Belajar. Jenis Dan Model Evaluasi Pendidikan. 7, 28204–28220.
Patmawati, & Elmansyah. (s.a.). Sejarah & eksitensi tasawuf di Kalimantan Barat. Pontianak: IAIN Pontianak Press.
Sya’ban, G. (2017). Anwar al-Nujum: Kitab tafsir biografi Nabi karya Habib Luthfi. Diperoleh dari https://nu.or.id
Wahyuni, N., & Fadriati, F. (2022). Integrasi konsep sabar dalam pendidikan akhlak dan psikologi. Jurnal Pendidikan Islam Al-Ilmi, 5(2).
Wartoi. (2023). Inilah nasab Habib Luthfi bin Yahya hingga Rasulullah SAW. Diperoleh dari https://jatman.or.id
Wikipedia. (s.a.). Luthfi bin Yahya. Diperoleh dari https://id.wikipedia.org
Zuhdiah, Z., Yahdi, M., & Rama, B. (2024). Karakteristik pendidikan Islam masa klasik dan modern. JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 3(1), 35-42. doi:10.57218/jupeis.vol3.iss1.998
Zuherni, A. B. (2011). Sejarah perkembangan tasawuf. Jurnal Substantia, 13(2), 255-263.
Zulfikli, & Jamaluddin. (2018). Akhlak tasawuf: Jalan lurus mensucikan diri. Yogyakarta: Kalimedia.
