Artificial Intellegence Policy

Al-Himmah menetapkan pedoman penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara bertanggung jawab dalam proses penelitian dan publikasi ilmiah. Kebijakan ini bertujuan menjaga integritas akademik, orisinalitas, serta kualitas ilmiah setiap naskah yang diterbitkan.

Penggunaan AI yang Etis dan Bertanggung Jawab

Penulis wajib menyatakan secara transparan apabila menggunakan alat AI dalam proses penelitian, baik dalam pengumpulan data, analisis, maupun penulisan naskah. Setiap penggunaan konten berbasis AI harus disertai pengakuan yang jelas sesuai kaidah akademik.

Penulis wajib mematuhi ketentuan perlindungan data pribadi dan memperoleh izin yang diperlukan apabila AI digunakan untuk mengolah data sensitif atau data pribadi. Selain itu, penulis bertanggung jawab untuk mengidentifikasi serta meminimalkan potensi bias yang dihasilkan oleh sistem AI agar hasil penelitian tetap objektif, valid, dan tidak diskriminatif.

Seluruh penggunaan AI harus tetap menghormati ketentuan hak cipta dan kekayaan intelektual yang berlaku.

AI dalam Metodologi Penelitian dan Analisis Data

Penggunaan AI harus disesuaikan dengan tujuan penelitian serta mempertimbangkan akurasi, reliabilitas, dan kesesuaian metode, khususnya dalam konteks Pendidikan Agama Islam.

Hasil yang diperoleh melalui bantuan AI wajib divalidasi menggunakan metode ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan untuk memastikan keabsahan dan keterulangan hasil penelitian. Jurnal mendorong penggunaan model AI yang dapat dijelaskan (explainable AI) guna meningkatkan transparansi metodologi dan pemahaman terhadap hasil penelitian.

Integritas Akademik dan Orisinalitas

Segala bentuk bantuan AI wajib diungkapkan secara transparan dalam naskah. Artikel yang dikirimkan ke Al-Himmah harus tetap mencerminkan kontribusi orisinal penulis, kemampuan analitis, serta kreativitas ilmiah, dan tidak boleh sepenuhnya bergantung pada konten yang dihasilkan oleh AI.

Transparansi dalam Proses Publikasi dan Kolaborasi

Penulis wajib menginformasikan penggunaan AI selama proses penelitian dan penulisan naskah, termasuk dalam kolaborasi dengan penulis lain. Hal ini bertujuan menjaga transparansi akademik dan mendukung komunikasi ilmiah yang bertanggung jawab.

Tim peneliti juga diharapkan menetapkan kesepakatan yang jelas terkait penggunaan AI, pengelolaan data, serta atribusi kepengarangan sejak awal penelitian.

Tanggung Jawab Reviewer dan Editor

Reviewer dan editor wajib menjaga kerahasiaan naskah yang sedang ditelaah. Dilarang mengunggah atau memasukkan naskah ke dalam sistem AI generatif karena dapat melanggar prinsip kerahasiaan, privasi, dan hak kepemilikan data.

Reviewer bertanggung jawab penuh atas isi dan kualitas penilaian yang diberikan, sedangkan editor wajib menjaga integritas seluruh proses editorial dengan memastikan naskah diperlakukan secara rahasia dan profesional.