Focus & Scope

Kajian ini berfokus pada praktik, pemikiran, dan ekspresi keislaman dalam konteks sosial-budaya yang nyata, dengan pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan filsafat, teologi, tasawuf, hukum Islam, sejarah, sastra, seni, sosiologi, dan antropologi. Penelitian diarahkan pada pengamatan dan analisis fenomena empiris umat Islam, baik dalam bentuk praktik keagamaan sehari-hari, institusi sosial-keagamaan, maupun produksi budaya dan wacana intelektual.

Ruang lingkup meliputi:

  1. Dimensi Praktik Keagamaan: Studi terhadap ritual, tradisi, dan pengalaman keagamaan Muslim dalam berbagai konteks lokal dan global, termasuk ekspresi tasawuf dan kehidupan spiritual.
  2. Dimensi Pemikiran dan Wacana: Analisis empiris terhadap perkembangan teologi, filsafat Islam, dan pemikiran hukum Islam sebagaimana dipraktikkan dan diperdebatkan dalam masyarakat.
  3. Dimensi Sosial dan Kelembagaan: Kajian tentang peran lembaga keagamaan, otoritas ulama, serta dinamika hukum Islam dalam kehidupan sosial.
  4. Dimensi Historis: Penelusuran perkembangan praktik dan pemikiran Islam dalam lintasan sejarah dengan berbasis data dan sumber empiris.
  5. Dimensi Budaya dan Estetika: Eksplorasi karya sastra, seni, dan simbol-simbol budaya Islam sebagai manifestasi pengalaman dan identitas keagamaan.
  6. Dimensi Sosio-Antropologis: Penggunaan metode sosiologi dan antropologi untuk memahami relasi antara agama, masyarakat, dan perubahan sosial.

Pendekatan ini menekankan penggunaan metode kualitatif dan/atau kuantitatif, seperti observasi lapangan, wawancara, analisis teks, serta studi arsip, guna menghasilkan pemahaman yang komprehensif dan berbasis data terhadap fenomena keislaman.