Rekonstruksi Pendidikan Agama Islam Berbasis Multiliterasi dalam Penguatan Moderasi Beragama di Era Disrupsi Digital
Keywords:
Pendidikan Agama Islam, multiliterasi, moderasi beragama, disrupsi digitalAbstract
Artikel ini bertujuan merekonstruksi Pendidikan Agama Islam berbasis multiliterasi sebagai strategi penguatan moderasi beragama di era disrupsi digital. Perkembangan teknologi informasi dan dominasi media sosial telah mengubah pola otoritas keagamaan, cara belajar, serta pembentukan opini publik, yang seringkali memicu polarisasi dan penyebaran narasi keagamaan yang simplistik. Dalam konteks ini, Pendidikan Agama Islam dituntut mengembangkan pendekatan multiliterasi yang meliputi literasi digital, literasi kritis, literasi kultural, dan literasi spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis konseptual terhadap paradigma pendidikan Islam dan kebijakan moderasi beragama di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi multiliterasi dalam pembelajaran agama mampu memperkuat kemampuan peserta didik dalam memahami teks secara kontekstual, menyaring informasi digital secara kritis, serta menumbuhkan sikap inklusif dan dialogis. Dengan demikian, rekonstruksi ini menjadi landasan pedagogis yang relevan untuk membangun moderasi beragama yang adaptif, reflektif, dan berakar pada nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
References
Abidin, Y. (2015). Pembelajaran multiliterasi: Sebuah jawaban atas tantangan pendidikan abad ke-21. Refika Aditama.
Afdali, R., & Zulkarnain. (2021). Digital religious authority and youth engagement in Indonesia. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 11(2), 245–268.
Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenium III. Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 1–15.
Campbell, H. A. (2013). Digital religion: Understanding religious practice in new media worlds. Routledge.
Castells, M. (2010). The rise of the network society (2nd ed.). Wiley-Blackwell.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Fathurrohman, R., Arif, M., & Sirait, S. (2023). Concept and Implementation of Islamic Education in Islamic Education Institutions in Indonesia. DAYAH: Journal of Islamic Education, 6(1), 114–129. https://doi.org/10.22373/jie.v6i1.16356
Freire, P. (1970). Pedagogy of the oppressed. Continuum.
Gilster, P. (1997). Digital literacy. Wiley.
Hefner, R. W. (2011). Public Islam and the problem of democratization in Indonesia. Sociology of Religion, 72(3), 297–320.
Hidayat, A. (2020). Literasi digital dan penguatan moderasi beragama di kalangan generasi muda. Jurnal Komunikasi Islam, 10(2), 123–140.
Huda, M., & Kartanegara, M. (2019). Islamic education and religious moderation in Indonesia. Qudus International Journal of Islamic Studies, 7(1), 45–68.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Moderasi beragama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Krippendorff, K. (2013). Content analysis: An introduction to its methodology (3rd ed.). Sage Publications.
Lim, M. (2018). Freedom to hate: Social media, algorithmic enclaves, and the rise of tribal nationalism in Indonesia. Critical Asian Studies, 50(3), 411–427.
Machmudi, Y. (2015). Islam and religious pluralism in Indonesia. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 53(2), 375–402.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Mulyasa, E. (2018). Implementasi kurikulum 2013 revisi dalam era industri 4.0. Bumi Aksara.
New London Group. (1996). A pedagogy of multiliteracies: Designing social futures. Harvard Educational Review, 66(1), 60–92.
Pratiwi, N., & Pritanova, N. (2017). Pengaruh literasi digital terhadap psikologis anak dan remaja. Jurnal Ilmu Pendidikan, 23(1), 11–24.
Rahman, F. (2022). Inovasi pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis digital dalam penguatan karakter moderat. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 19(2), 201–218.
Rahmawati, L. (2020). Multiliterasi dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Tadris: Jurnal Pendidikan Islam, 15(2), 233–248.
Sari, M. P. (2021). Literasi media dan pencegahan radikalisme di kalangan pelajar. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 6(1), 45–60.
Setiawan, D. (2019). Literasi digital dan pembentukan karakter siswa pada era revolusi industri 4.0. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(2), 153–164.
Suyadi. (2019). Pendidikan karakter berbasis religiusitas dalam menghadapi era disrupsi. Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 1–14.
Widyastuti, A. (2018). Literasi kritis dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 3(2), 85–98.
Yunus, A. (2020). Multiliterasi dalam pendidikan Indonesia abad ke-21. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 5(1), 23–34.
Zuhdi, M. (2018). Tantangan moderasi beragama di Indonesia. Jurnal Harmoni, 17(2), 115–130.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Eshraq: Journal of Islamic Studies

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



