Nikah Beda Agama dalam Perspektif Fikih Islam dan Hukum Nasional: Analisis atas Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023
Keywords:
Perkawinan Beda Agama, SEMA No. 2/2023, fikih islam, Hukum KeluargaAbstract
Pernikahan yang berbeda agama adalah masalah yang rumit yang melibatkan konflik antara standar teologis Islam, struktur hukum nasional, dan kehidupan sosial modern di Indonesia. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mempelajari dasar hukum dan teologis dari larangan pernikahan beda agama serta dampak sosial dan hukum dari Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 2 Tahun 2023. Metode hukum normatif digunakan dalam penelitian ini, yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Studi ini melihat dalil dari Al-Qur'an (al-Baqarah: 221, al-Mumtahanah: 10), pendapat ulama klasik dan modern (Ibnu Katsir, Al-Qurṭubī, al-Zuhaili), dan prinsip ushul fikih (sadd adz-dzarī‘ah dan maslahah mursalah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fikih Islam melarang pernikahan lintas agama untuk menjaga stabilitas keluarga dengan melindungi integritas agama dan keturunan. SEMA Nomor 2. UU Perkawinan 2023 tidak menghasilkan hukum baru; sebaliknya, itu berfungsi sebagai alat yuridis untuk menyatukan interpretasi Pasal 2 UU Perkawinan dan KHI, yang secara konsisten menegaskan bahwa hukum agama masing-masing pihak menentukan keabsahan perkawinan. Secara implikatif, kebijakan SEMA memberikan keamanan hukum, mencegah forum perdagangan, dan memastikan integritas data administrasi kependudukan. Namun, mereka menghadapi tantangan dalam pelaksanaannya karena konflik ideologis dan kemungkinan pelanggaran hukum.
References
Abduh Ad- Da’i Ilal haq, M., & Billah, A. (2019). Efektivitas Pendidikan Pernikahan Dalam Membangun Keharmonisan Rumah Tangga (Studi Kasus di KUA Kademangan). MAQASID : Jurnal Studi Hukum Islam, 7(1), 2615–2622.
Ahmad Faiz Shobir Alfikri, A. I. (2024). Keabsahan Perkawinan Beda Agama Pasca Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023. Acten Journal Law Review, 1(2), 157–170. https://doi.org/10.71087/ajlr.v1i2.6
Ahmad Faiz Shobir Alfikri, & Rahmatullah, M. A. (2024). Interfaith Marriage from a Legal Justice Perspective After The Supreme Court’s (SEMA) 2023 Circular Letter. Alauddin Law Development Journal, 6(1), 92–107. https://doi.org/10.24252/aldev.v6i1.44215
Al-Qurtubi. (1950). Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān wa al-Mubayyin li mā Taḍammanahu min al-Sunnah wa Āyi al-Furqān. Dār al-Kutub al-Miṣriyyah.
Al-Zuhaili. (1985). Al-Fiqh al-Islami. Dār al-Fikr.
Armi, M. I. (2024). Implications of Supreme Court Circular Letter No. 2 of 2023 on Interfaith Marriage Registration and Constitutional Marriage Framework in Indonesia. … Jurnal Hukum Pidana Dan Ketatanegaraan Islam, 2. https://journals.fasya.uinib.org/index.php/madania/article/view/665%0Ahttps://journals.fasya.uinib.org/index.php/madania/article/viewFile/665/395
Aulia, M. F. (2022). Analisis Perbandingan Penerapan Hukum Keluarga Di Mesir Dan Di Indonesia. Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Peradilan Islam, 2(2), 123–132. https://doi.org/10.15575/as.v2i2.14327
Azhari, W. H., & Lubis, F. (2022). Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Islam PERNIKAHAN BEDA AGAMA DALAM PERSPEKTIF KOMPILASI HUKUM ISLAM DAN HAK AZASI MANUSIA. Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam Dan Pranata Sosial Islam, 1(1), 3. https://doi.org/10.30868/am.v10i02.3184
Azizah, N. (2018). TINJAUAN SADD DZARI’AH TERHADAP PROBLEMATIKA HUKUM MENIKAHI WANITA AHLI KITAB DALAM HUKUM POSITIF DZARI’AH. Jurnal Ilmiah Al-Syir’ah, 16(1), 11–34.
Cliff Ivan Leonide, M. Khoidin, Emi Zulaika, Herowati Poesoko, I. D. A. S. (2024). DETERMINATION IN APPLICATIONS FOR REGISTRATION OF INTERFAITH MARRIAGES. Awang Long Law Review, 6(2), 353–358.
Fauzi Dahrial. (2025). The Maqasid Al-Shari’ah In Multicultural Family Cases: A Perspective On Interfaith Marriage. Ijgam, Vol.1(2), 70–78.
Fathurrohman, R., Munip, A., & Achadi, M. W. (2025). The Epistemology of Riyāḍah in Pesantren: A Philosophical Foundation for Islamic Intellectual Formation. Scaffolding Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme, 7(3), 301–320. https://doi.org/10.37680/scaffolding.v7i3.7982
Hadiyansyah, D., Al, U., & Indonesia, A. (2025). ADAPTASI STRATEGI PENGAJARAN AGAMA ISLAM DALAM AGAMA. Modeling: Jurnal Program Studi PGMI, 12(2), 170–182.
Herdiana, D., & Ekawati, D. (2024). Kepastian Hukum Perkawinan Beda Agama Pasca Terbitnya Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023 Dalam Mengadili Perkara Permohonan Pencatatan Perkawinan. Jurnal Kewarganegaraan, 8(1), 57–69.
Hutapea, M. H. P. (2024). Analisis Keabsahan Perkawinan Beda Agama Berdasarkan Penetapan Pengadilan Atas Perkawinan Beda Agama Setelah Lahirnya Sema Nomor 2 Tahun 2023 (Analisis Putusan Numor 423/Pdt.P/2023/Pn.Jkt.Utr). Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis, 5(6), 1–20. https://ojs.rewangrencang.com/index.php/JHLG/article/view/672
Ibnu Alwi Syihab, Sayehu, U. M. (2024). Jurnal Prisma Hukum. Jurnal Prisma Hukum, 8(1), 30–36. file:///C:/Users/HP/Downloads/98-105.pdf
Ibnu Hamzah, S. (2024). MAQASID : Jurnal Studi Hukum Islam. Jurnal Studi Hukum Islam, 13(2), 65–69.
Ibnudin, Sugianto, Kholiq, A., Aziz, A., Yani, A., & Hariyanto. (2025). RECONSTRUCTION INTERFAITH MARRIAGE LAW IN INDONESIA: Relevance of Sociology Knowledge and Maqasid Sharia. Al-Risalah: Forum Kajian Hukum Dan Sosial Kemasyarakatan, 25(1), 70–86. https://doi.org/10.30631/alrisalah.v25i1.1819
Imam Muhammad bin Jarir al-Ṭabarī. (1903). Jāmiʿ al-Bayān fi Ta’wīl al-Qur’ān. al-Maṭbaʻah al-Amīrīyah.
Kajian Islam, J., Ilham, M., & Aqbar, K. (2023). AL-FIKRAH: Analisis Perkawinan Beda Agama Menurut Surat Edaran MA (SEMA) No 2 Tahun 2023 Analysis of Interfaith Marriages According to MA Circular Letter (SEMA) No. 2 of 2023. Tahun, 1(2), 87–106. https://doi.org/10.36701/fikrah.v1i1.1662
Katsir, I. A. F. I. bin U. bin. (1923). Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm. Matba’ah al-Manaar.
Katsir, I. (2000). Tafsir Ibn Katsir (S. Șafī al-R. Al-Mubārakfūr (ed.)). Darussalam.
Khosyiah, N. A. S. (2025). Perkawinan Beda Agama antar a ‘Illat dan Maqasid al -Syariah. YUDHISTIRA: Jurnal Yurisprudensi, Hukum Dan Peradilan, 3(1), 1–8.
Makhrus, L. F. (2022). Jurnal Kependidikan Jurnal Kependidikan. Jurnal Kependidikan, 7(2), 19–27. file:///C:/Users/ASUS/Downloads/1097-Article Text-3401-1-10-20230117.pdf
Masariandari, L. P. A., & Astariyani, N. L. G. (2024). Analisis Yuridis Akibat Dikeluarkannya Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 02 Tahun 2023. Jurnal Kertha Semaya, 12(06), 1178–1179.
Masyayih, A. A., & Al Waris, M. W. (2024). Legal Standing Peraturan Sema No. 2 Tahun 2023 Dalam Polemik Aturan Kawin Beda Agama. Constitution Journal, 3(1), 63–76. https://doi.org/10.35719/constitution.v3i1.91
Maylissabet. (2022). Analysis Of Legal Functions And Maqashid Sharia On Islamic Marriage Law In Indonesia. As-Shahifah : Journal of Constitutional Law and Governance, 2(1), 76–90. https://doi.org/10.19105/asshahifah.v2i1.6987
Mitsaqan, M., Perspektif, G., Al-Munir, T., & Surah, K. (2023). Makna Mitsaqan Ghalizhan Perspektif Tafsir Al-Munir. AN NUR: Jurnal Studi Islam , 15(2), 257–270. https://jurnalannur.standup.my.id/index.php/An-Nur/article/view/646
Mutakin, A. (2016). Implementasi Maqâshid Al-Syarî’Ah Dalam Putusan Bahts Al-Masâ’Il Tentang Perkawinan Beda Agama. Kordinat: Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam, 15(2), 165–186. https://doi.org/10.15408/kordinat.v15i2.6328
No, S., Hukum, P., Hidayat, F., & Putrijanti, A. (2024). Sema No. 2 Tahun 2023: antara Kebebasan, Syariat, dan Pluralisme Hukum. Notarius, 17(2), 2329–2346.
Nursyamsi Ichsan, Hamzah Hasan, A. W. H. (2021). NIKAH BEDA AGAMA DALAM PERSPEKTIF MAQASID AL-SYARI’AH DAN PROBLEMATIKA HUKUMNYA DI INDONESIA. Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah, 6(4), 167–186.
Nurul Miqat, S. S. K. M. I., & , Adfiyanti Adfiyanti, A. H. (2025). Legal Reform in Interfaith Marriage Under Supreme Court Circular No . 2 of 2023. Journal of Law and Legal Reform, 6(4), 2059–2088.
Nurul Ulfa, & Muhammad Affandi Yusuf. (2024). Perbandingan Ketentuan Perkawinan Beda Agama Di Negara Negara Muslim. Yustisi, 11(3), 169–184. https://doi.org/10.32832/yustisi.v11i3.17884
Putra, H. (2023). Kedudukan SEMA Dalam Sistem Hierarki Perundang-Undangan Di Indonesia Hendra Catur Putra : Kejaksaan Tinggi Jambi , Provinsi Jambi . Hendracatur84@gmail.com. Elqonun Jurnal, 1(1), 130–143.
Quraish Shihab, M. (2002). Tafsir al-Mishbah. Lentera Hati.
Rato, A. A., & Puteri, M. D. (2024). Analisis Yuridis SEMA nomor 2 Tahun 2023 Tentang Petunjuk Hakim dalam Perkara Pencatatan Perkawinan Antar Agama Menurut UU HAM Nomor 39 Tahun 1999. Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 2(4), 701–714. https://doi.org/10.61579/future.v2i4.242
Salahuddin, M. S., Okti Nur Hidayah, Nurul Husnah, & Wati, F. (2023). Practice of Interfaith Marriages in Indonesia on Islamic Jurisprudence. International Journal of Social Science and Religion (IJSSR), 4(3), 477–490. https://doi.org/10.53639/ijssr.v4i3.205
Saputra, E. D., & Permatasari, E. (2025). Kafā’Ah As the Basis for Prohibiting Interfaith Marriage in the Compilation of Islamic Law: a Contemporary Analysis of Maqāṣid Al-Usrah. Al-Mawarid Jurnal Syariah Dan Hukum (JSYH), 7(2), 397–420.
Sri Ulandari dan Ansorullah. (2025). Kedudukan Surat Edaran Mahkamah Agung dalam Peraturan Perundang-Undangan. Limbago: Journal of Constitutional Law Constitutional Law, 5(2), 1–17.
Surur, N. (2022). Tinjauan MasLahAh Mursalah Terhadap Tajdid Nikah Pasutri Beda Agama (Studi Kantor Biro Taaruf Syar’i Kabupaten Sukoharjo). Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari’ah Dan Hukum, 7(1), 113–122. https://doi.org/10.22515/alahkam.v7i1.5196
Syatar, A., Syarif, M. F., Alimuddin, H., Kurniati, K., & Rasna, R. (2023). Interfaith Marriage Phenomenon in Indonesia from the Perspective of Sadd al-Żarī’ah and Fatḥ al-Żarī’ah. FITRAH: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, 9(1), 19–38. https://doi.org/10.24952/fitrah.v9i1.6800
Tsaniyatul Akmal, & Faisar Ananda. (2024). Sistem Hukum Dan Interaksi Agama Dalam Pernikahan Beda Agama Di Dunia Islam. Yustisi, 11(1), 220–233. https://doi.org/10.32832/yustisi.v11i1.16206
Vargholy, M. N. (2023). Diskursus Perkawinan Beda Agama Dalam Perspektif Pancasila dan Konstitusi: Konflik Antara Nilai dan Realitas. Jurnal Kajian Konstitusi, 3(2), 118. https://doi.org/10.19184/j.kk.v3i2.44167
Wahyuni, S. (2016). Kontroversi Perkawinan Beda Agama Di Indonesia. Jurnal Hukum Islam, 8(1), 64–78. https://doi.org/10.28918/jhi.v8i1.561
Wijayati, M. (2022). Memahami Larangan Kawin Beda Agama di Indonesia (Kajian Filsafat Hukum Islam). Istinbath : Jurnal Hukum, 19(01), 159–179. https://doi.org/10.32332/istinbath.v19i01.6968
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Eshraq: Journal of Islamic Studies

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



